<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
    xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
    xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
    xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">

    <channel>
        <title>Voi.id - News</title>
        <link>https://jakarta.voi.id/rss</link>
        <description>News, Podcast, dan Video</description>
        <language></language>
        <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 01:45:14 +0700</pubDate>

        
            
            <item>
                <title>Kekeringan Ekstrem Ancam Sektor Pertanian-Peternakan Jerman</title>
                <atom:link href="https://jakarta.voi.id/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://jakarta.voi.id/berita/589467/kekeringan-ekstrem-ancam-sektor-pertanian-peternakan-jerman</link>
                <description><![CDATA[Kekeringan berkepanjangan yang melanda sebagian besar wilayah Jerman mulai mengancam kelangsungan sektor pertanian dan peternakan di negara tersebut.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://imgsrv2.voi.id/bCZNEa1dJK5JJJ2Tb-HYgE_piqVOSk6cwQu5Fm7War8/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODk0NjcvMjAyNjA4MTMxMzEzLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg2NjAxNjEyLnBuZw.jpg"><figcaption>ILUSTRASI UNSPLASH/Zed Can</figcaption></figure><p class="p3"><span class="s2">JAKARTA - Kekeringan berkepanjangan yang melanda sebagian besar wilayah Jerman mulai mengancam kelangsungan sektor pertanian dan peternakan di negara tersebut.</span></p><p class="p3"><span class="s2">"Kekeringan yang terus berlanjut memberikan beban berat bagi para petani. Mereka berada dalam kondisi cemas, dan banyak yang memandang minggu-minggu mendatang dengan kekhawatiran besar," kata Menteri Pertanian Jerman Alois Rainer dilansir ANTARA dari Sputnik, Kamis, 13 Agustus.</span></p><p class="p3"><span class="s2">Rainer menyampaikan dirinya telah melaporkan situasi terkini di sektor pertanian kepada pemerintah pusat Jerman.</span></p><p class="p3"><span class="s2">Ia menjelaskan dampak kekeringan bervariasi di setiap wilayah, mulai dari penurunan hasil panen hingga peningkatan risiko kebakaran hutan. Namun, tekanan paling berat dirasakan oleh para peternak.</span></p><p class="p3"><span class="s2">"Situasinya sangat sulit, khususnya pada sektor peternakan," kata Rainer.</span></p><p class="p4"></span></p><p class="p2"></p><p class="p3"><span class="s2">Menurutnya di beberapa wilayah Jerman, kekeringan memicu gangguan serius pada pasokan pakan ternak.</span></p><p class="p3"><span class="s2">Benua Eropa saat ini tengah mengalami salah satu gelombang panas paling ekstrem dalam beberapa tahun terakhir, dengan Spanyol, Portugal, Prancis, Italia, dan Yunani menjadi negara yang terdampak paling parah.</span></p><p class="p3"><span class="s2">Pada akhir Juni lalu, Menteri Pertanian Prancis Annie Genevard juga menyatakan suhu panas ekstrem yang tidak biasa telah menyebabkan kerusakan signifikan pada sektor pertanian di negaranya.</span></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://imgsrv2.voi.id/bCZNEa1dJK5JJJ2Tb-HYgE_piqVOSk6cwQu5Fm7War8/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODk0NjcvMjAyNjA4MTMxMzEzLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg2NjAxNjEyLnBuZw.jpg" length="179" type="image/jpeg"/>
                <media:content medium="image" url="https://imgsrv2.voi.id/bCZNEa1dJK5JJJ2Tb-HYgE_piqVOSk6cwQu5Fm7War8/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODk0NjcvMjAyNjA4MTMxMzEzLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg2NjAxNjEyLnBuZw.jpg"/>
                <author><![CDATA[ferdinan@voi.id (Ferdinan)]]></author>
                <guid>https://jakarta.voi.id/berita/589467/kekeringan-ekstrem-ancam-sektor-pertanian-peternakan-jerman</guid>
                <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 01:01:00 +0700</pubDate>
            </item>
        
            
            <item>
                <title>Tren Belanja Interaktif Kian Digandrungi, Program Beli Lokal Dorong Penjualan Produk Lokal</title>
                <atom:link href="https://jakarta.voi.id/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://jakarta.voi.id/lifestyle/589579/tren-belanja-interaktif-kian-digandrungi-program-beli-lokal-dorong-penjualan-produk-lokal</link>
                <description><![CDATA[Perubahan perilaku konsumen ini ditangkap oleh Tokopedia dan TikTok Shop melalui penguatan ekosistem Beli Lokal—kampanye yang dirancang untuk mendampingi pelaku usaha lokal, mulai dari peningkatan kapasitas bisnis, pendampingan legalitas, hingga perluasan jangkauan pasar digital secara menyeluruh.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://imgsrv2.voi.id/WJR58-taV8GeXl7cvHyiwDncI9r7iGFKecFVJTvWlQ8/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODk1NzkvMjAyNjA4MTQwMDIzLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg2NjQxODIzLmpwZWc.jpg"><figcaption>Talk show Beli Lokal (Ivan Two Putra/VOI)</figcaption></figure><p>JAKARTA &ndash; Tren berbelanja produk gaya hidup di Indonesia terus mengalami pergeseran visual dan interaktif. Konsumen kini tidak lagi sebatas memandangi katalog foto produk statis, melainkan lebih menggemari pengalaman belanja langsung yang memadukan konten edukasi, hiburan, dan interaksi real-time melalui fitur live shopping serta Discovery Commerce.</p><p>Perubahan perilaku konsumen ini ditangkap oleh Tokopedia dan TikTok Shop melalui penguatan ekosistem Beli Lokal&mdash;kampanye yang dirancang untuk mendampingi pelaku usaha lokal, mulai dari peningkatan kapasitas bisnis, pendampingan legalitas, hingga perluasan jangkauan pasar digital secara menyeluruh.</p><p>Dampak dari tingginya adopsi belanja interaktif ini dirasakan langsung oleh jenama kecantikan lokal. Group Brand Manager Facetology, Satrio Arief, membagikan pengalamannya dalam memanfaatkan fitur siaran langsung untuk menjangkau pengguna produk perawatan kulit secara lebih personal.</p><p>"Facetology lahir di tahun 2022 dengan visi yang sederhana, yaitu menghadirkan produk kecantikan lokal yang menggabungkan smart science dengan kualitas yang tinggi dan harga yang tetap terjangkau untuk masyarakat Indonesia," kata Satrio Arief dalam acara Perayaan Kolaborasi Beli Lokal di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Agustus.</p><p>Satrio menambahkan, interaksi siaran langsung tidak hanya mempermudah transaksi penjualan, tapi juga menjadi sarana konsultasi masalah kulit hingga tempat bertukar cerita harian bersama konsumen.</p><p>"Tidak hanya edukasi, tapi sesi curhat. Jadi mereka bertanya, konsultasi, edukasi, bahkan apresiasi juga. Karena dengan menggunakan produk kita masalah kulit mereka jadi berkurang," tutur Satrio.</p><p>Pengalaman serupa dialami oleh usaha makanan asal Malang, Apelicious. Pemilik Apelicious, Lisa Amalia, menyebut bahwa siaran langsung membantu meyakinkan calon pembeli mengenai kualitas serta keaslian bahan baku produk camilan buah dan sayur tanpa bahan tambahan.</p><p>"Di live shopping ini membantu banget. Biasanya para audiens ini memastikan mereka tuh kayak butuh diyakinkan, 'Ini bener nggak sih dari buah sama sayur, nggak ditambahin tepung? Bener nggak sih nggak ditambahin pewarna?' Karena biasanya suka cerita mereka ingin ngemil yang lebih sehat," ungkap Lisa.</p><p>Melihat fenomena tersebut, pihak platform menilai keberhasilan merek lokal di era digital terletak pada kemahiran memanfaatkan konten dan komunitas.</p><p>Local Business Empowerment Tokopedia and TikTok Shop Indonesia, Cut Dartina Rinatha, menekankan pentingnya strategi pendekatan konten yang relevan untuk meningkatkan visibilitas merek.</p><p>"Kalau misalnya kita lihat produk dengan kualitas yang bagus, itu pasti banyak banget di pasaran. Yang aku lihat dari Mas Satrio sama Mbak Lisa itu, mereka pintar untuk memanfaatkan ekosistem yang ada di TikTok Shop. Jadi kalau misalnya di TikTok Shop itu, kita ada yang namanya Discovery Commerce, di mana produk-produk itu bisa dikenal dari berbagai macam konten," ujar Cut Dartina Rinatha.</p><p></p><p>Kehadiran ekosistem Beli Lokal pun terbukti memberikan dampak nyata bagi para penjual. Hingga paruh pertama tahun ini, jumlah penjual yang berpartisipasi dalam kampanye ini melonjak 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.</p><p>Pertumbuhan nilai transaksi juga naik 14 persen dengan total produk lokal terjual mencapai 700 juta unit di berbagai kategori utama seperti fesyen hingga gaya hidup.</p><p>Executive Director Tokopedia &amp; TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat kolaborasi bersama para pemangku kepentingan demi menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.</p><p>"Kami percaya setiap UMKM Indonesia memiliki potensi untuk terus berkembang apabila didukung oleh kapabilitas yang tepat, peluang untuk lebih mudah ditemukan oleh konsumen, serta ekosistem yang kuat," pungkas Stephanie.</p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://imgsrv2.voi.id/WJR58-taV8GeXl7cvHyiwDncI9r7iGFKecFVJTvWlQ8/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODk1NzkvMjAyNjA4MTQwMDIzLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg2NjQxODIzLmpwZWc.jpg" length="180" type="image/jpeg"/>
                <media:content medium="image" url="https://imgsrv2.voi.id/WJR58-taV8GeXl7cvHyiwDncI9r7iGFKecFVJTvWlQ8/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODk1NzkvMjAyNjA4MTQwMDIzLW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg2NjQxODIzLmpwZWc.jpg"/>
                <author><![CDATA[nizarzulmi@voi.id (Nizar Zulmi)]]></author>
                <guid>https://jakarta.voi.id/lifestyle/589579/tren-belanja-interaktif-kian-digandrungi-program-beli-lokal-dorong-penjualan-produk-lokal</guid>
                <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 00:25:00 +0700</pubDate>
            </item>
        
            
            <item>
                <title>Cara Mengajarkan Anak Membedakan Kebutuhan dan Keinginan Sejak Dini</title>
                <atom:link href="https://jakarta.voi.id/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://jakarta.voi.id/lifestyle/589489/cara-mengajarkan-anak-membedakan-kebutuhan-dan-keinginan</link>
                <description><![CDATA[Pelajari cara mengajarkan anak membedakan kebutuhan dan keinginan sejak dini melalui tips sederhana dan menyenangkan agar anak lebih bijak, hemat, dan bertanggung jawab dalam mengelola uang.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://imgsrv2.voi.id/vd5_NIFEau27VjjBVaGDZM4nMR-wyPbZQT9mQLtEB4o/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODk0ODkvMjAyNjA4MTMxNTE1LW1vYmlsZS5qcGc.jpg"><figcaption>Cara mengajarkan anak membedakan kebutuhan dan keinginan (Gambar  tirachardz-Magnific)</figcaption></figure><p>YOGYAKARTA - Di era modern yang penuh dengan berbagai pilihan produk dan hiburan, anak-anak semakin mudah terpengaruh oleh iklan, media sosial, maupun lingkungan sekitar. Karena itu, orang tua perlu mengajarkan konsep dasar tentang kebutuhan dan keinginan sejak usia dini. Memahami perbedaan keduanya dapat membantu anak menjadi pribadi yang lebih bijak dalam mengambil keputusan serta mampu mengelola keuangan dengan baik di masa depan.</p><p>Mempelajari cara mengajarkan anak membedakan kebutuhan dan keinginan bukan hanya tentang menghemat uang. Lebih dari itu, keterampilan ini dapat membentuk karakter anak agar tidak mudah konsumtif dan mampu menghargai apa yang dimilikinya.</p><p><strong>Apa Itu Kebutuhan dan Keinginan?</strong></p><p>Sebelum mengajarkan anak, orang tua perlu menjelaskan pengertian keduanya dengan bahasa yang sederhana. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dimiliki atau dipenuhi agar seseorang dapat hidup dengan baik dan sehat. Contohnya makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan.</p><p>Sementara itu, keinginan adalah sesuatu yang diinginkan untuk memberikan kesenangan atau kenyamanan tambahan, tetapi tidak wajib dimiliki. Misalnya mainan baru, gadget terbaru, atau makanan ringan tertentu.</p><p>Dengan memahami definisi tersebut, anak akan lebih mudah membedakan mana yang benar-benar penting dan mana yang hanya bersifat tambahan.</p>Cara Mengajarkan Anak Membedakan Kebutuhan dan Keinginan<li>Gunakan Contoh yang Dekat dengan Kehidupan Anak</li><p>Anak lebih mudah memahami konsep melalui contoh nyata. Saat berbelanja, tunjukkan barang-barang yang termasuk kebutuhan dan keinginan.</p><p>Misalnya:</p><ul><li>Beras termasuk kebutuhan karena diperlukan untuk makan.</li><li>Mainan baru termasuk keinginan karena anak masih memiliki mainan yang bisa digunakan.</li></ul><p>Pendekatan ini membuat anak belajar dari situasi sehari-hari sehingga lebih mudah dipahami.</p><li>Ajak Anak Membuat Daftar Belanja</li><p>Salah satu cara mengajarkan anak membedakan kebutuhan dan keinginan yang efektif adalah melibatkan mereka dalam membuat daftar belanja keluarga.</p><p>Sebelum pergi ke supermarket, tuliskan barang yang benar-benar diperlukan. Ketika anak meminta sesuatu di luar daftar, ajak mereka berdiskusi apakah barang tersebut termasuk kebutuhan atau keinginan. Metode ini membantu anak memahami pentingnya membuat prioritas sebelum membeli sesuatu.</p><li>Bermain Permainan Klasifikasi</li><p>Belajar tidak harus selalu serius. Orang tua dapat membuat permainan sederhana dengan gambar atau kartu benda.</p><p>Minta anak mengelompokkan gambar ke dalam dua kategori:</p><ul><li>Kebutuhan</li><li>Keinginan</li></ul><p>Contohnya gambar buku sekolah, sepatu, permen, boneka, air minum, atau sepeda baru. Aktivitas ini dapat meningkatkan pemahaman anak dengan cara yang menyenangkan.</p><p></p><li>Berikan Uang Saku Secara Teratur</li><p>Uang saku dapat menjadi sarana pembelajaran yang sangat baik. Ketika anak memiliki sejumlah uang, mereka akan belajar menentukan prioritas pengeluaran. Jika anak ingin membeli sesuatu yang tidak terlalu penting, biarkan mereka mempertimbangkan apakah uang tersebut lebih baik digunakan untuk kebutuhan lain atau ditabung terlebih dahulu.</p><p>Pengalaman langsung sering kali lebih efektif dibandingkan sekadar penjelasan teori.</p><li>Ajarkan Kebiasaan Menabung</li><p>Menabung membantu anak memahami bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi saat itu juga. Buat target tabungan sederhana, misalnya untuk membeli buku cerita atau mainan yang diinginkan. Dengan begitu, anak belajar bahwa kebutuhan harus diprioritaskan, sementara keinginan dapat dicapai melalui perencanaan dan kesabaran.</p><li>Hindari Langsung Mengabulkan Semua Permintaan</li><p>Banyak orang tua merasa tidak tega menolak permintaan anak. Namun, mengabulkan semua keinginan justru dapat membuat anak sulit memahami nilai suatu barang.</p><p>Ketika anak meminta sesuatu, ajukan pertanyaan seperti:</p><ul><li>Apakah barang ini benar-benar diperlukan?</li><li>Apakah kamu sudah memiliki barang serupa?</li><li>Apa manfaatnya untukmu?</li></ul><p>Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat melatih kemampuan berpikir kritis anak sebelum mengambil keputusan.</p><p><strong>Manfaat Mengajarkan Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan</strong></p><p>Mengajarkan konsep ini sejak dini memberikan banyak manfaat, antara lain:</p><li>Membentuk kebiasaan hidup hemat.</li><li>Mengurangi perilaku konsumtif.</li><li>Meningkatkan kemampuan mengelola uang.</li><li>Melatih pengambilan keputusan yang bijak.</li><li>Menumbuhkan rasa syukur atas apa yang dimiliki.</li><p>Selain itu, anak akan lebih siap menghadapi tantangan keuangan ketika dewasa nanti karena sudah terbiasa mempertimbangkan prioritas sejak kecil.</p><p>Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan merupakan keterampilan hidup yang sangat penting. Dengan menerapkan cara mengajarkan anak membedakan kebutuhan dan keinginan melalui contoh nyata, permainan edukatif, uang saku, serta kebiasaan menabung, orang tua dapat membantu anak membangun pola pikir yang lebih bijak dalam mengelola keuangan.</p><p>Semakin dini anak memahami konsep ini, semakin besar peluang mereka tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, tidak mudah boros, dan mampu membuat keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, sudahkah Anda Memahami Cara Mengajarkan Anak Menghargai Perbedaan Sejak Dini</p><p>Jadi setelah mengetahui cara mengajarkan anak membedakan kebutuhan dan keinginan, simak berita menarik lainnya di <strong><em>VOI.ID</em></strong>, saatnya merevolusi pemberitaan!</p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://imgsrv2.voi.id/vd5_NIFEau27VjjBVaGDZM4nMR-wyPbZQT9mQLtEB4o/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODk0ODkvMjAyNjA4MTMxNTE1LW1vYmlsZS5qcGc.jpg" length="156" type="image/jpeg"/>
                <media:content medium="image" url="https://imgsrv2.voi.id/vd5_NIFEau27VjjBVaGDZM4nMR-wyPbZQT9mQLtEB4o/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODk0ODkvMjAyNjA4MTMxNTE1LW1vYmlsZS5qcGc.jpg"/>
                <author><![CDATA[kampleng@voi.id (Fandy)]]></author>
                <guid>https://jakarta.voi.id/lifestyle/589489/cara-mengajarkan-anak-membedakan-kebutuhan-dan-keinginan</guid>
                <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 00:15:00 +0700</pubDate>
            </item>
        
            
            <item>
                <title>Korsel Keluarkan Peringatan Malaria Nasional Usai Temukan Parasit</title>
                <atom:link href="https://jakarta.voi.id/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://jakarta.voi.id/berita/589570/korsel-keluarkan-peringatan-malaria-nasional-usai-temukan-parasit</link>
                <description><![CDATA[Otoritas kesehatan Korea Selatan mengeluarkan peringatan malaria tingkat nasional setelah mendeteksi parasit penyebab penyakit tersebut pada nyamuk.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<figure><img src="https://imgsrv2.voi.id/L2hO5uFMhV9X-d3lNDc9-G2NHckQaYaANf5nRwKqld8/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODk1NzAvMjAyNjA4MTMyMjU5LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg2NjM2Nzc5LnBuZw.jpg"><figcaption>ILUSTRASI UNSPLASH/National Institute of Allergy and Infectious Diseases</figcaption></figure><p class="p3"><span class="s1">JAKARTA - Otoritas kesehatan Korea Selatan mengeluarkan peringatan malaria tingkat nasional setelah mendeteksi parasit penyebab penyakit tersebut pada nyamuk.</span></p><p class="p3"><span class="s1">Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) menyatakan materi genetik dari parasit malaria Plasmodium vivax terdeteksi pada nyamuk Anopheles yang dikumpulkan di Paju dan Yeoncheon, Korea Selatan bagian utara, antara 27 Juli dan 2 Agustus.</span></p><p class="p3"><span class="s1">"Ditemukannya parasit pada nyamuk vektor berarti kemungkinan tertular malaria akibat gigitan nyamuk yang terinfeksi telah meningkat," ungkap badan tersebut dalam pernyataan pada Kamis, 13 Agustus dilansir ANTARA dari Anadolu.</span></p><p class="p3"><span class="s1">Peringatan nasional itu menyusul imbauan terkait malaria yang dikeluarkan pada 22 Juni akibat peningkatan jumlah nyamuk vektor. Sebelumnya, peringatan juga telah dikeluarkan di lima wilayah karena adanya klaster kasus dan lonjakan populasi nyamuk.</span></p><p class="p3"><span class="s1">Meskipun ada peringatan nasional, Korea Selatan mencatat 201 kasus malaria yang terinfeksi di dalam negeri antara 1 Januari dan 1 Agustus; angka itu turun 43,4 persen dibandingkan dengan 355 kasus pada periode yang sama tahun lalu.</span></p><p class="p3"><span class="s1">Secara historis, kasus malaria di Korea Selatan terkonsentrasi di wilayah dekat Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan negara tersebut dari Korea Utara, meskipun wilayah berisiko telah meluas dalam beberapa tahun terakhir.</span></p><p class="p3"><span class="s1">Peringatan nasional itu muncul di tengah musim panas yang luar biasa terik di Korea Selatan. Namun, KDCA menyatakan kepadatan nyamuk vektor malaria masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu, sebagian karena suhu panas yang ekstrem.</span></p><p class="p3"><span class="s1">Pejabat kesehatan memperingatkan populasi nyamuk dapat kembali meningkat setelah suhu panas ekstrem mereda, dan mendesak pihak berwenang di wilayah berisiko malaria untuk memperkuat langkah-langkah pengendalian nyamuk.</span></p><p class="p3"><span class="s1">Mereka juga mengimbau penduduk maupun pengunjung di wilayah berisiko malaria untuk menghindari aktivitas di luar ruangan pada malam hari, mengenakan pakaian tertutup (lengan dan celana panjang), serta menggunakan obat antinyamuk, kasa pelindung, dan kelambu.</span></p><p class="p3"><span class="s1">Masyarakat yang mengalami gejala yang dicurigai sebagai malaria, termasuk demam dan menggigil, disarankan untuk menjalani pemeriksaan di pusat kesehatan masyarakat atau fasilitas medis.</span></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://imgsrv2.voi.id/L2hO5uFMhV9X-d3lNDc9-G2NHckQaYaANf5nRwKqld8/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODk1NzAvMjAyNjA4MTMyMjU5LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg2NjM2Nzc5LnBuZw.jpg" length="179" type="image/jpeg"/>
                <media:content medium="image" url="https://imgsrv2.voi.id/L2hO5uFMhV9X-d3lNDc9-G2NHckQaYaANf5nRwKqld8/fill/450/280/sm/1/bG9jYWw6Ly8vcHVibGlzaGVycy81ODk1NzAvMjAyNjA4MTMyMjU5LW1haW4uY3JvcHBlZF8xNzg2NjM2Nzc5LnBuZw.jpg"/>
                <author><![CDATA[ferdinan@voi.id (Ferdinan)]]></author>
                <guid>https://jakarta.voi.id/berita/589570/korsel-keluarkan-peringatan-malaria-nasional-usai-temukan-parasit</guid>
                <pubDate>Fri, 14 Aug 2026 00:01:00 +0700</pubDate>
            </item>
            </channel>
</rss>
