Waketum PPP Beri ‘Wejangan’ Terkait Ibadah Umat Islam di Kala Pandemi, Apa Nasihatnya?
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP Arsul Sani (Abdu Faisal/Antara)

Bagikan:

Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menilai bahwa adanya pandemi COVID-19 justru menyediakan banyak waktu bagi umat Islam untuk beribadah di rumah selama Ramadan.

"Sekarang ini ada konsep working from home (bekerja di rumah). Maka, waktu yang tadinya dihabiskan di jalan, jadi tidak ada. Oleh karena itu, punya kesempatan ibadah lebih luas," ujar Arsul Sani, dilansir dari Antara, Kamis.

Pelaksanaan Ibadah Umat Islam Harus dengan Prokes Ketat

Pria yang juga juga menjabat sebagai anggota Komisi III DPR RI itu mengatakan, pandemi membuat umat Islam lebih waspada dan taat menerapkan prokes agar tak terpapar COVID-19.

"Mari tetap jaga prokes, jangan karena bulan puasa, malah abai protokol kesehatan," tegas Arsul.

Ia juga menekankan bahwa saat puasa, asupan badan saat siang, khususnya setelah salat Zuhur hingga Ashar, (kemungkinan) melemah. Dengan begitu diperlukan kedisiplinan prokes.

Meski begitu, ia tak menolak keputusan pemerintah yang mengizinkan diselenggarakannya salah berjamaah di masjid dan musala selama Ramadan 2021.

"Salat di masjid berjemaah tidak masalah, asal tetap menerapkan protokol kesehatan," ujar  Arsul.

Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Agama sudah menetapkan bahwa awal puasa ramadan atau 1 Ramadan 1442 Hijriah dimulai hari Selasa, 13 April.

"Keputusan sidang isbat tanpa ada perbedaan. Bersepakat dan menetapkan 1 Ramadan pada tanggal 13 April," kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam jumpa pers terkait penetapan sidang Isbat di Jakarta, Senin, 12 April.

Selain terkait anjuran ibadah umat Islam oleh Waketum PPP, dapatkan informasi dan berita nasional maupun internasional lainnya melalui VOI.